Profil pegawai negeri sipil
Arsip

ARTI LAMBANG
PENGADILAN NEGERI JAYAPURA

I. BENTUK :

    Perisai ( Jawa : Tameng ) / bulat telur

II. I S I :

  1. GARIS TEPI

5 (lima) garis yang melingkar pada sisi luar lambang menggambarkan 5 (lima sila dari Pancasila).

  1. TULISAN
    Tulisan “PENGADILAN NEGERI JAYAPURA” yang melingkar di atas sebatas garis lengkung perisai bagian atas menunjukkan Badan, Lembaga pengguna lambang tersebut.
  2. LUKISAN CAKRA

Dalam cerita wayang (pewayangan), cakra adalah senjata Kresna berupa panah beroda yang digunakan sebagai senjata ” Pamungkas ” (terakhir). Cakra ini digunakan untuk memberantas ketidakadilan.

Cakra pada lambang Pengadilan Negeri Jayapura terlukis sebagai cakra yang (sudah) dilepas dari busurnya. Ketika cakra dilepas dari busurnya, maka roda panah (cakra) berputar dan tiap ujung (ada delapan) yang terdapat pada roda panah (cakra) mengeluarkan api. Pada lambang Pengadilan Negeri Jayapura cakra dilukis sedang berputar dan mengeluarkan lidah api.
Cakra yang rodanya berputar dan mengeluarkan lidah api menandakan cakra sudah dilepas dari busurnya untuk menjalankan fungsinya memberantas ketidakadilan dan menegakkan kebenaran.

Jadi pada lambang Pengadilan Negeri Jayapura, cakra digambarkan sebagai cakra yang ” aktif “, bukan cakra yang ” statis “

  1. PERISAI PANCASILA

Perisai Pancasila terletak di tengah-tengah cakra yang sedang menjalankan fungsinya memberantas ketidakadilan dan menegakkan kebenaran. Hal itu merupakan cerminan dari pasal 1 Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 yang rumusannya, adalah:
“Kekuasaan Kehakiman adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, demi terselenggaranya Negara Hukum Republik Indonesia.”

  1. UNTAIAN BUNGA MELATI

Terdapat 2 (dua) untaian bunga melati masing-masing terdiri dari atas 8 (delapan) bunga melati, melingkar sebatas garis lengkung perisai bagian bawah, 8 (delapan ) sifat keteladanan dalam kepemimpinan (hastabrata).

  1. SELOKA ” DHARMMAYUKTI”

Pada tulisan “dharmmayukti” terdapat 2 (dua) huruf M yang berjajar. Hal itu disesuaikan dengan bentuk tulisan “dharmmayukti” yang ditulis dengan huruf Jawa. Dengan menggunakan double M, huruf “A” yang terdapat pada akhir kata “dharma” akan dilafal sebagai “A” seperti pada ucapan kata “acara”, “dua” “lupa” dan sebagainya.

Kata “DHARMMA” mengandung arti bagus, utama, kebaikan. Sedangkan kata “YUKTI” mengandung arti sesungguhnya, nyata. Jadi kata “DHARMMAYUKTI” mengandung arti kebaikan/keutamaan yang nyata/yang sesungguhnya, yakni yang berwujud sebagai kejujuran, kebenaran, dan keadilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Profil hakim
Polling

Bagaimana menurut anda Proses peradilan di Pengadilan Negeri Jayapura?

View Results

Loading ... Loading ...
Statistik Pengunjung

Pengunjung hari ini: 61 Orang
Pengunjung kemarin: 66 Orang
Pengunjung bulan ini: 1557 Orang
Yang sedang Online: 2 Orang
Jumlah klik halaman: 259879 Kali
Total Pengunjung: 37221 Orang

Kalender
October 2014
M T W T F S S
« Feb    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031